Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi adalah sekumpulan rutin perangkat lunak yang berada diantara program
aplikasi dan perangkat keras (Bambang Hariyanto,2006,hal 25). Sistem operasi memiliki tugas yaitu
mengelola seluruh sumber daya sistem komputer dan sebagai penyedia layanan.
Sistem operasi menyediakan System Call (berupa fungsi-fungsi atau API=Application
Programming Interface). System Call ini memberikan abstraksi tingkat tinggi mesin untuk
pemrograman. System Call berfungsi menghindarkan kompleksitas pemrograman dengan memberi
sekumpulan instruksi yang lebih mudah dan nyaman, sistem operasi juga sebagai basis untuk
program lain dimana program aplikasi dijalankan diatas sistem operasi, program-program itu
memanfaatkan sumber daya sistem komputer dengan cara meminta layanan sistem operasi
mengendalikan sumber daya untuk aplikasi sehingga penggunaan sumber daya sistem komputer
dapat dilakukan secara benar dan efisien.
Sistem operasi yang dikenal antara lain :
Windows (95, 98, ME, 2000, XP, VISTA, SERVER, Windows7)
Linux (Red Hat, Slackware, Ubuntu, Fedora, Mikrotik, Debian, OpenSUSE)
UNIX
FreeBSD (Berkeley Software Distribution)
SUN (SOLARIS)
DOS (MS-DOS)
Machintosh (MAC OS, MAC OSX)
Rabu, 29 Februari 2012
Linux
Linux
Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/)[1] adalah nama yang diberikan kepada sistem operasikomputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.[2]
Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.[3]
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop,superkomputer,[4], dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox[5]), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) sepertiGNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric danLibreOffice.
ACL di Debian GNU/Linux
ACL di Debian GNU/Linux
Dalam kebanyakan filesistem *nix, seorang admin biasanya dapat menentukan akses/permisi read (r), write (w), dan execute (x) kepada file maupun/directory, dan mengeset permisi tersebut untuk user, group maupun user lain secara berbeda. Ini adalah fasilitas yang hampir sama pada semua sistem *nix, yang simpel dan efektif tetapi dalam kasus yang lebih rumit, admin seringkali harus menerapkan sistem permisi untuk struktur direktori maupun files untuk beberapa groups yang cukup rumit jika diimplementasikan dengan hak akses standar. Cara yang lebih baik adalah menggunakan acces control lists (ACLs) dari filesistem untuk mendapatkan level kontrol yang lebih baik.
contoh simpel melihat bit permisi dari sebuah direktori dan files menggunakan ls -l
rosid@debian:~$ ls -l
total 36
-rw-r–r– 1 rosid rosid 0 2011-01-06 21:31 coba1.acl
-rw-r–r– 1 rosid rosid 0 2011-01-06 21:31 coba2.acl
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Desktop
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Documents
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Downloads
-rw-r–r– 1 rosid Domain Users 179 2011-01-03 21:35 examples.desktop
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Music
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Pictures
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Public
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Templates
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Videos
seperti terlihat file coba1.acl dan coba2.acl memiliki akses read write untuk user rosid, akses read untuk groupnya dan akses read untuk user lainnya.
total 36
-rw-r–r– 1 rosid rosid 0 2011-01-06 21:31 coba1.acl
-rw-r–r– 1 rosid rosid 0 2011-01-06 21:31 coba2.acl
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Desktop
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Documents
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Downloads
-rw-r–r– 1 rosid Domain Users 179 2011-01-03 21:35 examples.desktop
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Music
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Pictures
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Public
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Templates
drwxr-xr-x 2 rosid Domain Users 4096 2011-01-03 21:36 Videos
seperti terlihat file coba1.acl dan coba2.acl memiliki akses read write untuk user rosid, akses read untuk groupnya dan akses read untuk user lainnya.
Access Control Lists (ACLs) menyediakan cara yang lebih fleksibel menentukan suatu akses permisi terhadap file atau objek lain jika dibandingkan system standar user/groups/other di linux. Di Windows NT dan versi di atasnya, dengan partisi NTFS, menggunakan ACL untuk menentukan akses terhadap file dan direktori.
Agar bisa memanfaatkan ACL ini di linux, kernel linux harus memiliki dukungan dan dikompile dengan kemampuan ACL ini. Hampir semua distribusi saat ini menyertakan kernel yang mendukung filesistem dengan ACL, tapi kalau tidak yakin cek kernel yang kita gunakan
rosid@debian:~$ cat /boot/config-`uname -r` | grep _ACL
CONFIG_EXT2_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_EXT3_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_EXT4_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_REISERFS_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_JFS_POSIX_ACL=y
CONFIG_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_XFS_POSIX_ACL=y
CONFIG_OCFS2_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_BTRFS_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_GENERIC_ACL=y
CONFIG_TMPFS_POSIX_ACL=y
CONFIG_JFFS2_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_NFS_V3_ACL=y
CONFIG_NFSD_V2_ACL=y
CONFIG_NFSD_V3_ACL=y
CONFIG_NFS_ACL_SUPPORT=m
CONFIG_EXT2_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_EXT3_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_EXT4_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_REISERFS_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_JFS_POSIX_ACL=y
CONFIG_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_XFS_POSIX_ACL=y
CONFIG_OCFS2_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_BTRFS_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_GENERIC_ACL=y
CONFIG_TMPFS_POSIX_ACL=y
CONFIG_JFFS2_FS_POSIX_ACL=y
CONFIG_NFS_V3_ACL=y
CONFIG_NFSD_V2_ACL=y
CONFIG_NFSD_V3_ACL=y
CONFIG_NFS_ACL_SUPPORT=m
Senin, 27 Februari 2012
setting DNS
setting DNS
/ip dns set primary-dns=172.168.0.6 allow-remoterequests=yes /ip dns set secondary-dns=202.134.1.10 allow-remoterequests=yes /ip dns print
Konfigurasi Interface
Konfigurasi Interface
Selanjutnya, kita set interface :Pertama kita check dulu interface terpasang.
[admin@mikrotik] > interface printUntuk memudahkan dalam konfigurasi kita berikan nama unik untuk interface2 yg kita gunakan.
[admin@mikrotik] > interface edit Number : 1 Value name : nameGanti ether2 dengan eth2-lokal [ ini untuk interface ke local client 192.168.0.0/16]
Tekan Ctrl+Okemudian lakukan langkah yg sama untuk ether3 dan 4 dengan nama eth3-ADSL [ke ADSL] dan eth4-servers[ke switch PC server].
Kemudian buat satu interface bridge baru [sebagai bridge IP public]
/interface bridge add name=serverbridge disabled=no /interface bridge port add interface=eth3-ADSL bridge=serverbridge /interface bridge port add interface=eth4-servers bridge=serverbridge
[edit] Pemberian IP Address
Ip address kita berikan pada interface gateway local dan bridge. Pemberian ip pada bridge interface tidak mutlak, pemberian ip ini hanya untukmemudahkan remote access dari luar./ip address print /ip address add address=172.168.0.3/40 interface=serverbridge disabled=no /ip address print /ip address add address=192.168.0.254/16 interface=eth2-lokal disabled=no /ip address print
Selanjutnya kita setting default gateway kita.
/ip route add gateway=172.168.0.3 /ip route printKemudian kita test ping ke gateway
/ping 222.124.23.41
[edit] Konfigurasi NAT (Network Address Translation)
NAT berfungsi untuk meneruskan paket dari ip local ke ip public (fungsi gateway router)/ip firewall nat add chain=srcnat action=src-nat to-addresses=172.168.0.3 to-ports=0-65535 out-interface=serverbridge disabled=no /ip firewall nat add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=172.168.0.6 to-addresses=172.168.0.6 to-addresses=172.168.0.6 to-ports=2011 dst-port=80 in-interface=eth2-local disabled=no
Langganan:
Postingan (Atom)
